Selasa, 24 Agustus 2010

finally

saya memutuskan, manajemen UGM.
semoga bukan pilihan ngawur saya -.-

kalian mau masuk mana?

Rabu, 18 Agustus 2010

book #1

masyaallah, kapan saya bisa belajar dengan sungguh-sungguh -.-

oke, mungkin semangat saya kurang. Nggak ngebayangin deh orang-orang dulu, jaman 60-an contohnya. Pengetahuan mereka luas, pelajar mahasiswa bersatu membantuk kekuatan oposisi yang selalu mengawasi gerak-gerik pemerintah. Melakukan dengan senang hati untuk negaranya. Wow.

Mereka menguasai berbagai macam ilmu, mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Bahkan kalo terjadi penyimpangan yang menyebabkan mereka terhalang untuk mendapatkan hak-hak mereka, ketidak adilan, apapun itu. Mereka mempertaruhkan semuanya. Amazing. Tetapi nggak dipungkirin waktu itu diktatorisme Soekarno dan Gestapu PKI memang masih sangat kental. Dan pelajar mahasiswa lah yang menjadi pion-pion politik Indonesia :0

hehehehe habis namatin buku ini------vvvvv


500 halaman euy, isinya lumayan berat, dunia dari sudut pandang Hok-Gie. Saya ingin mempunyai keberanian seperti dia. ckck orangnya cerdas, berani, idealis tinggi. Tapi sayang harus mati muda. Orang pertama yang GUGUR di puncak Mahameru.
"hidup adalah soal keberanian,
menghadapi yang tanda tanya
tanpa bisa mengerti, tanpa bisa menawar
terimalah, dan hadapilah"
(dikutip dari Mandalawangi-Pangrango, Jakarta 19-7-1966, oleh: Soe Hok Gie)

Memberi saya semangat. Saya tidak akan kalah dari mereka-mereka pelajar mahasiswa tahun 60-an, mereka hebat. Dan Soe Hok Gie salah satunya. Pecinta alam yang hebat, Mantan Senat UI yang hebat, Seorang mahasiswa cerdar dan kritis, the angry young men, katanya.

Coming soon=====> buku baru yang harus dibaca. Norman Edwin. Seorang Pecinta alam yang hebat, adik kelas Hok-Gie di Mapala UI. Tapi sebelum baca harus beli bukunya dulu -..- mahal men 65 ribu di Gramed, bokek nabung dulu ah mumpung puasa duitnya nganggur :D
Ini nih bukunya...

lumayan tebel 400 halaman kalo nggak salah -.- tapi lebih ringan dari buku yang Hok-Gie.
haha tunggu saja Grameeeed, i'm comiiiiiing! harganya jangan dinaikin dulu ya sebelum aku beli!
terima kasih :)

Jumat, 13 Agustus 2010

Kisah ilalang dan ulat

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanj***!!!!!
habis buka puasa langsung emosi, nggak percaya :|
bangun mbek! fool! bodoh! nulis wae ah.

KISAH ILALANG DAN ULAT

suatu hari, tumbuh sebatang pohon ilalang kecil. Tumbuhan biasa yang tidak diperhatikan orang-orang. selalu diacuhkan.

Empat bulan berlalu. Datang seekor kupu-kupu hinggap dan menelurkan telurnya. Hari pun berganti, telur menetas menjadi seekor ulat. Dan dengan senang hati si ilalang merawat, memberi tempat, dan merelakan beberapa helai daunnya untuk makanan sang ulat.

Tak disangka bulan keempat sudah terlewati. Dan ya, sang ulat masih bersama ilalang. Tetapi ada yang lain, hari ini musim telah berganti menjadi musim penghujan. Setetes air jatuh dari langit, ilalang tahu bahwa hujan akan segera datang, dan si ilalang tahu bahwa hari ini tidak akan seperti biasanya.

Badai datang, dengan sigap si ilalang mengatupkan daunnya, menjaga sang ulat dari hujan yang barangkali sudah cukup membuat tubuh ilalang terhempas kesana kemari. Sakit memang. Tetapi melihat sang ulat selamat, itu sudah cukup untuk si ilalang.

Musim berlalu, satu bulan pun sudah terlewati. Nampaknya, sekarang sang ulat sudah merasa menjadi bagian dari si ilalang, begitu juga si ilalang. Mereka bahagia. Tanpa diduga, kembali datang seekor kupu-kupu yang akan menelurkan telurnya. Saat kupu-kupu hendak hinggap di daun si ilalang, si ilalang berteriak, mengusir kupu-kupu tersebut. Si ilalang melakukannya karena dia tidak suka jika ada ulat lain karena sang ulat sudah sangat cukup membuat ilalang bahagia. Lalu kupu-kupu tersebut pergi.

Sembilan bulan berlalu. Si ilalang heran, sekarang ulat lebih banyak diam, menyendiri. Si ilalang bertanya-tanya kepada dirinya. "Apa yang sudah aku perbuat?" karena memang dari awal si ilalang tidak merasa berbuat sesuatu yan mungkin menyakiti hati sang ulat. Lalu si ilalang memberanikan diri bertanya kepada sang ulat.

si ilalang membuka daunnya lalu berkata, "Ada apa gerangan dengan dirimu?"

"maaf, mungkin ini sudah waktunya." jawab ulat perlahan.

"Maksudmu?" si ilalang agak heran dengan jawaban sang ulat. "Apakah aku telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu?"

"tidak, mungkin sekarang sudah waktunya..." jawab sang ulat lirih.

"waktu untuk apa?" Ilalang menaikkan nada bicaranya.

"sudah waktunya aku berubah, tidak selamanya aku seperti ini. Aku ingin terbang, seperti ibuku. Dan mungkin sekaranglah saatnya aku berubah menjadi kupu-kupu..." jawab sang ulat dengan berat hati.

"..(terdiam)..ta,tapi apa kau akan meninggalkanku?" sepertinya ilalang sudah mulai sedih.

"ya, aku akan meniinggalkanmu, Aku tidak akan melupakan kebaikan dirimu. Ini demi kehidupanku, ilalangku yang manis. maafkan aku." sang ulat meneteskan air mata.

"kapan kau akan kembali lagi kemari? aku mencintaimu." ilalang pun menangis.

"Mungkin aku akan kembali jika aku sudah cukup puas terbang tinggi. Dan jika suatu saat nanti tiba saatnya aku menelurkan anak-anakku." jawab sang ulat sambil memalingkan mukanya.

Si ilalang pun terdiam, dia menyadari bahwa tidak selamanya sang ulat akan hidup bersamanya. Dia mencoba menerima keadaan. Mencoba tersenyum, dan merawat sang ulat sampai saat-saat terakhir.

Sang ulat menjadi kepompong. Si ilalang pun melewati harinya dengan berdiam diri. Dan hari berganti, Kepompong tersebut pecah, dan keluarlah seekor kupu-kupu yang cantik. Cukup untuk membuat si ilalang tersenyum untuk yang terakhir kalinya. Sang ulat pun pergi, terbang ke dunia luas. Si ilalang pun hanya bisa berharap pada suatu saat nanti dia akan kembali melihat sang ulat datang kepadanya. Si ilalang selalu menanti.

the end.



haaaaah, terima kasih :) sedikit lega.