Saya mengakui bahwa diri ini adalah diri yang amat rakus. Kerakusan ini membakar menjalar ke setiap sisi dalam diri saya. Meraih-raih menggayuh cahaya yang masuk melalui sudut-sudut. Yang kemudian terhisap oleh lintah-lintah ketidaksabaran di dinding hati.
Kerakusan itu memang sengaja kusembunyikan. Namanya saja rakus, saya tidak ingin orang lain mengetahuinya, apalagi mengicipinya. Di depan anda yang saya hormati, saya tidak akan makan dengan lahap. Apalagi kepada anda yang saya hargai, saya akan menunduk-nundukan kepala. Terlebih lagi kepada anda yang saya sayangi, saya akan meringsut menjauh lalu menyingkir.
Sebab saya adalah orang yang teramat-amat rakus.
Terhadap pertolongan dan kasih sayang Allah, diri ini teramat rakus. Diri ini yang paling rakus.