Jumat, 08 Juni 2018

Ngendikane simbah

Simbahku, Bapakku, Guruku pun nate ngendika: "Gaoleh putus asa rek. Ancene ngono urip iku. Masio lunyu kudu tetep menek."

Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro.

Yap, mendaki kehidupan memang berlicin-licin ria. Kehidupan adalah tentang mengejar cahaya. Terserah apa wujud cahaya bagimu. Yang pasti, semakin terang cahaya maka bayangan di belakangmu akan semakin jelas.

Bayangan putus asa mengejarku.

Ya Allaah, hidup ini begitu indah. Dengan segala naik turun hatiku yang sepenuhnya milikku. Engaku pinjami. Maka Ya Allah, hamba nderek.

Tetapi kekhawatiran dan ketakutan masih Engkau tanamkan di sini. Maka Ya Allah tuailah kesedihan di dalam hatiku. Hamba tenggelam dalam kesedihanMu.

Kamis, 07 Juni 2018

Hatimu sendiri yang...

Kenapa isi blog mbek jadi seperti ini. Sedih. Tapi ya mau gimana lagi. Aku isih sambatan.

Wahai Engkau Dzat yang gemar membolak-balikkan hati, hidupku berasa jungkir balik tak karuan. Hamba mohon jagalah sekam itu.. Jagalah sekam itu.

Perasaan adalah wujud kenyataan tanpa fisik. Namun ia bisa disentuh. Dan ketika telah disentuh, pasti engkau juga tahu betapa rapuh.

Wahai diriku, makhluk dungu, engkau mencintai kupu-kupu. Kemudian hatimu terpaut sepenuhnya. Anganmu terbawa keindahannya. Pikiranmu sedikit lagi boleh disebut gila. Namun wahai makhluk bodoh, jangan sesekali coba kau sentuh sayapnya. Apalagi jika kau tangkap dengan menggenggamnya. Bukan sayapnya, hatimu sendiri yang akan hancur. Hatimu sendiri yang hancur.

Rabu, 06 Juni 2018

kepiyeee

Jika. Saya. Sedang. Rindu. Seperti. Ini. Saya. Tidak. Bisa. Apa. Apa. Karena. Saya. Dibatasi.
Aku. Kon. Kepiye.

Selasa, 05 Juni 2018

sambat

Faidzaa faroghta fanshob, Wa ilaa Rabbika farghob.

Ya Allah hamba lemah, kuatkan hati hamba.
Seakan-akan Engkau menyuruhku untuk berhenti, padahal sejatinya tidak. Aku mengerti Engkau sedang melecutku. Diriku terpacu, namun mulutku tetap meringkik karena lecutanMu.

Dirimu seakan memerintahkan kupu-kupu untuk tak terbang, diri ini gugup, bagaikan ikan yang diminta untuk berhenti berenang. Hamba gugup.

Ya Allah, dekap hambamu. Timanglah hatinya.

Senin, 04 Juni 2018

sekam

Ampun, ampun Yaa Rabb, maafkan atas kelancangan bicara hamba.
Kekecewaan menelan hamba sehingga yang keluar adalah deretan kata-kata yang tercekik keadaan. Ampun Yaa Rabb, ampun.

Yaa Rabb, api itu kini menjadi sekam. Untungnya masih kusimpan nyalanya. Namun sekam tetaplah menjadi sekam. Nyalanya terbatas waktu.

Ya Rabb, jagalah nyala sekam itu agar tidak menjadi jelaga karena kehilangan nyalanya.

Ya Rabb, bukakan jalan untukku. Karena dibalik nyala sekam yang singkat itu, diri ini harus segera bangun dan berlari. Harus segera kucarikan kayu agar nyalanya abadi. Jika tidak, maka nyala sekam itu berangsur mati.

Yaa Rabb, sekam itu adalah energi nyalaku. Lagi-lagi ia berasal dariMu, sekam itulah milikMu. Maka bagaikan anak kecil yang merengek kepada ibunya, jagalah sekam itu untukku.

Ya Rabb, yang sedemikian rupa adalah bentuk dari harapanku kepadaMu. Maafkan aku.

Sabtu, 02 Juni 2018

kesimpulan

Ooh, gini to Ya Allah.
Engkau banting berapa kalipun hamba tetap berlari ke arahMu wahai Yaa Waduud.. hayo sini, mana lagi?

Karena hamba percaya seberat apapun Kau akan selalu menolongku.

Berapa kalipun akan tetap menyakitkan, dan yang terakhir ini untuk sementara menjadi yang paling sakit. Maafkan hamba atas keluhan-keluhan ini. Karena jika bukan kepadaMu maka kepada siapa lagi? Manusia sungguh tak punya daya, jadi tidak ada gunanya kubagi dengan mereka. Karena nasibku nasibnya sebenarnya sama saja. Segala sesuatu berbalik mengecewakanku, belum lagi suasana hati yang gaduh tiada henti. Kepada welas asihMu tangan ini berpegangan, agar diri ini tak hancur tergilas oleh roda-roda besi kekecewaan.

Mungkin mulai saat ini hamba akan berhenti berharap kepada yang selainMu. Harapanku kepada manusia malah menggerogotiku. Hamba muak. Biarkan yang telah terjadi menjadi pusaka di dalam hatiku. Menjadi pengingat atas kebodohan-kebodohanku.

Engkau kupu-kupu

Kekasih, jika engkau rengkuh keraguanmu, maka kau tak akan beranjak sejengkalpun. Hidupmu mondar-mandir di sekitaran hal itu. Tapi jangan lantas kau tinggalkan, karena keraguan bagaikan lubang yang harus kau temukan cara untuk melewati. Berat memang, maka memohonlah kepada Tuhanmu.. Ia yang membuat lubang itu ada, maka Ia juga yang bisa membantumu melintas.

Jangan lupakan bahwa engkau kupu-kupu. Jangan kau bawa lagi permasalahan kepompong bahkan ulatmu, karena engkau kupu-kupu. Jika terus kau lakukan, maka sobeklah sayapmu.

Sungguh tak sampai hati membebanimu, kekasih. Maafkan aku atas kebodohanku.

Jumat, 01 Juni 2018

merengek

Wahai Engkau Sang Waduud kekasihku, jika memang perlu, bolehlah Engkau ambil jatah kebahagiaan hamba untuk Kau berikan kepadanya, karena sungguhlah jika ia bersedih, hati hamba yang teriris menahan tangis.

Tentu bukan berarti hamba meremehkanMu, bukan berarti hamba mendiktemu, karena bagiMu segalanya teramat mudah, dan sudah pasti Engkau tak membutuhkan apapun dari hamba yang lemah ini.

Namun Ya Allah, Engkau yang mengajariku mencintai maka janganlah berhenti membimbingku. Dan jika Engkau membimbingku tidak mungkin Engkau tak membimbingnya. Jika Ia tenggelam maka Engkaulah yang mengajarinya menyelam. Bukankah begitu Yaa Waduud? Lalu cukuplah doa-doaku untuknya Engkau jadikan pijakan bagi doa-doanya kepadaMu.

Ya Allah, Engkau yang lebih tau segala ketakutanku, segala kekhawatiranku, segala kelemahan serta keterbatasanku, segala inginku, segala harapanku. Maka Ya Allah, hamba nderek saja atas segala kehendakMu.
Ya Allah, hamba merengek kepadaMu..