Minggu, 30 April 2017

Jika

Jika cinta menghendaki tempat,
maka akan kusembunyikan diriku agar ia tak menemukannya.
Jika cinta menghendaki jarak,
tentu akan kuambil jarak terjauh darinya.
Jika cinta menghendaki waktu,
akan kuhitung waktu yang menjadikan rindu.
Jika cinta menghendaki buta,
maka aku akan berdiri tepat di hadapannya.
Jika cinta menghendaki bahagia,
maka kulelehkan semua air mata selagi aku bisa.
Jika cinta menghendaki pertemuan,
izinkan aku menyelami dahulu perpisahan.
Jika cinta menghendaki kebersamaan,
biarkan aku mengkhatamkan kesendirian.
Jika cinta menghendaki kebijaksanaan,
maka akan kulahap habis segala macam kepongahan.
Jika cinta menghendaki cinta untuk mencinta, maka habislah aku ditelannya.

Sabtu, 29 April 2017

Hong wilaheng

Hong wilaheng awignam astu namas sidham.
Hong wilaheng sekareng bawono alit, sekareng bawono ageng.
Hong wilaheng, hong wilaheng, sekareng bawono langgeng.

Ya Allah, seterjal apapun teguhkanlah.
Seberat apapun kuatkanlah.
Sesulit apapun tajamkanlah.
Serumit apapun hamparkan samudera kesabaran kepada hambamu,
Hambamu yang setitik noktah pada sebutir zarah.

Namun jika tidak, tidak mengapa.

Ya Allah,
Asalkan Engkau tidak marah kepadaku maka tidak masalah.
DihadapMu, hamba telah lama kalah, telah lama pasrah.

Laa ilaha illallaah.
Laa ilaha illallaah.
Laa ilaha illallaah.

Jumat, 28 April 2017

Tersesat

Seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, kanan itu apa? Kiri itu apa?"
Kemudian dengan tersenyum sang ibu menjawab, "Kanan itu sebelah sinimu, kiri itu sebelah sinimu, Nak.."
Si anak manggut-manggut tanda paham atau mungkin seakan-akan paham. Namun beruntunglah jika ia tidak paham. Karena yang paham akan mudah tersesat. Sedangkan yang tidak paham tidak akan mungkin tersesat, karena baginya semua arah sama adanya.

Senin, 24 April 2017

Kurusetra di kala pagi

     Kabut tipis masih enggan pergi, padahal dedaunan sudah tak sabar untuk sekadar mengucap salam pagi. Apa daya, embun sudah sejak tadi mendahului.
     Kurusetra di kala pagi. Hanyalah hamparan tanah basah. Namun tak lama lagi menjelma jadi sabana yang terik, yang belalang pun enggan meloncat kesana-sini. Padang yang jika engkau bertanya kepada setiap penghuninya, pohonnya, hewannya, bebatuan, tanahnya, maka tak akan pernah cukup waktumu mendengarkannya.
     Kurusetra, tanah yang ditakdirkan. Dimana darah menjelma tanah, dan tubuh melebur jadi debu. Dimana keburukan tak lagi menjadi buruk karena baik dan buruk adalah kesatuan yang telah lebur menjadi satu. Buruk adalah pijakan kebaikan menuju kemuliaan, dan baik adalah cerminan sang buruk menuju keutamaan.
     Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Bergolak hatinya yang enggan mencari tahu. Telah habis akalnya lalu berujung tak mau tahu. Dan sembari berpikir, ternyata hidupnya terus melaju. Ketika tersadar, usianya telah lama berlalu.
     Padang kurusetra yang ada di hatimu, tunggu aku.

Minggu, 23 April 2017

Rasulullahku, Rasulullahku.

Rasulullah kami, Rasulullahku.
Sholawat dan salam kutujukan kepadamu.
Engkau penghuni sejati jati diriku.

Rasulullahku, Rasulullahku.
Ajari aku menyelami kesedihanmu,
perkenankan aku menapak-tilasi isra'mu,
kisahkan kepadaku mi'raj cintamu.

Rasulullahku, Rasulullahku.
sudikah engkau menjadi imamku?
pantaskah aku bermakmum kepadamu?

Rasulullahku, Rasulullahku.
Bagaimana nanti nasib diriku?
termabuk-mabuk di rimba kama dan rupadhatu,
akankah kujumpaimu di arupadhatu?

Rasulullahku, Rasulullahku.
kisahkan kepadaku mi'raj cintamu,
gandeng tanganku meniti isra'mu,
dalam tangis bahagia maupun sedihku.

Selasa, 18 April 2017

Salah kaprah

Berkali-kali Engkau bukakan, buih-buih tidaklah kotor, melainkan mata diri yang lalai menerjemahkan arti.
Bukan kami yang harus mengemis memohon cintamu.
Sedangkan suaramu menggelegar;
"Sudah dari dulu!"

Ketika diliputi kebahagiaan, kami sangka kami mampu mendatangkannya sendiri.
Padahal pada saat itu tanganmu melambai-lambai. Tetapi tidak ada diantara kami yang menghampiri.

Dan ketika mendung hadir di dalam hati, kami memanggil-manggil. Tapi mata kami terlanjur buta oleh air mata kami sendiri. Padahal Engkau setia menemani.

Ya Lathif, hadirkan kelembutan di dalam hati kami. Karena kami adalah butir pasir yang menyangka diri sebagai gunung. Sehingga kami selalu salah menyadari. Kesadaran kami salah. Kami tidak sadar. Kami salah.

Padahal Engkau yang selalu mencintai...

Sabtu, 08 April 2017

Doa

Ya Allah Kekasih yang tak pernah lelah mengasihi semua hambaMu,
Sungguh segala puja dan puji tak pantas diucapkan selain kepadaMu,
Dan salam hamba kepada Rasul KekasihMu.
Dan kepada mereka dan aku, telah Kau limpahkan semesta ampun dan maafMu.
Terlebih kepada diriku yang terdiri dari dosa dan segala macam nafsu.

Ya Allah, cintailah orang-orang yang sedang mencari cintaMu,
Cintailah orang-orang di sekitarku,
Cintailah mereka keluarga dan saudaraku,
Cintailah mereka teman dan sahabatku,
Cintailah ia yang hamba mencintainya karena cintaMu,
Cintailah setiap manusia yang dapat kupandang dengan mataku,
Baik mata zahir maupun batinku.
Dan pantulkanlah cinta yang tulus kepada bapak ibuku,
Seperti murni cinta beliau berdua kepadaku.

Ya Allah, jika dadaku sedang sesak oleh senyumnya yang menyebabkan hamba mengagungkan namaMu,
Jadikan setiap detak menjadi gebyar kasih kepadanya.
Jadikan setiap denyut menjadi luapan cinta kepadanya.
Jadikan setiap degup menjadi terbukanya masa depan yang baik baginya.
Karena sungguh, hamba tidak lagi berani menyakiti.
Bahkan untuk berkata pun mulut hamba mati.
Apalah, hamba sama sekali tak bernilai di dunianya, apalagi dihadapanMu esok pagi.

Ya Allah ridhoi jalannya, ridhoi jalanku.
Pertemukan kami di persimpangan itu.
Adalah Engkau sang pemilik waktu,
bagi semua manusia yang mengendarainya dengan sais berupa doa-doa kepadaMu.
Maka inilah sais keretaku.
Ya Allah, kabulkanlah,
Ya Allah, kabulkanlah,
Ya Allah, kabulkanlah,
Amin Ya Allah amin.