Tuhan, aku telah melihat lentera itu. Kerlip sinarnya mengundangku, melambai menyapaku.
Cahaya lenteramu menerobos dinding kekhawatiranku, menemani bermilyar kebodohan dalam jiwaku.
Cahayamu memancar memantul-mantul dalam kubah laksana mentari yang menuliskan tak terhitung kisah di permukaan bumi.
Kini cahaya itu menuliskan syair di dalam hatiku.
Syair mahadahsyat tentang sesuatu yang kebanyakan orang lengah menafsirkannya yaitu; cinta.
Tuhan, mereka menyepelekan cinta.
Padahal, Engkau melukis kehidupan dengan cat berupa cinta.
Engkau menulis, dengan tinta berupa cinta.
Tuhan, mereka telah meremehkan cinta.
Orang-orang mengira cinta adalah tenang bahagia.
Betapa bodohnya.
Kemarin diriku juga masih beranggapan seperti itu!
Celaka diriku, celaka hidupku.
Cinta adalah sebuah rasa yang utuh.
Lebih tepatnya,
cinta adalah sebuah keutuhan rasa.
Diriku jatuh hati, ketika itu Tuhan mengetuk pintu sanubari.
Diriku berbunga-bunga, ketika itu Tuhan menampakkan elok wajahnya.
Diriku merindu, ketika itu Tuhan mengajariku cara mencinta.
Diriku berandai memilikinya, ketika itu Tuhan menyebut namaku dengan lembut senyumnya.
Diriku gagal menggapainya, ketika itu Tuhan memeluk menghiburku dengan hangat kasih sayangnya.
Diriku patah hatinya, ketika itu Tuhan menggunakan berbagai macam cara agar aku tak hancur dan terus merana.
Diriku menangis dan terluka, Tuhan dengan sabar mendengar celotehku yang mulai membabi buta.
Diriku mulai tenang, ketika itu Tuhan mengajakku pergi ke taman penuh dengan bunga-bunga.
Begitulah seterusnya.
Lalu semburat cahaya itu menghujam jantungku.
Di dalam cinta, Tuhan selalu menemaniku.
Sesungguhnya Ia sedang mengujiku, siapa yang berhak dan wajib mendapatkan cintaku.
Tuhan setia memelukku, aku malah menggapai selain-Nya.
Hingga habis usahaku.
Terang sudah batasanku.
Betapa tak pantas diriku.
Hanya tinggal satu, Tuhan yang menerimaku.
Tak peduli dengan keburukanku.
Selalu memaafkan segala kesalahanku.
Melindungi perjalanan hidupku.
Menjagaku hingga dan sesudah kematianku.
Cukup sudah kedunguanku.
Atau diri ini akan segera habis terkikis pilu.
O Tuhanku, bimbing aku menuju cinta-Mu.