Senin, 02 April 2018

tersesat

Kalau dipikir kembali, orang yang tersesat pastilah tahu bahwa dirinya sedang tersesat. Maka kewajiban baginya adalah mencari petunjuk di manakah ia sedang berada, menyusun strategi untuk menyelamatkan diri, dan naluri orang yang tersesat adalah mencari jalan yang pernah ia lalui, untuk kemudian mencari jalan agar dapat kembali pulang.

Mungkin masih sangat besar keinginannya untuk sampai kepada tujuannya. Namun secara naluriah keselamatan diri menjadi jauh lebih penting baginya. Kemudian di tengah perjalanan, orang itu menyadari bahwa yang membutuhkan petunjuk hanyalah bagi orang yang sedang tersesat.

Karena orang yang tidak sedang tersesat sudah pasti tak memerlukan petunjuk apapun. Tetapi siapa yang tahu kita sedang atau tidak sedang tersesat?

Maka kuposisikan diri ini sebagai orang yang selalu tersesat. Agar Tuhan memberiku petunjuk untuk kembali ke jalanNya. Untuk kembali kepadaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar