Sunyi mengabarkan segala yang ia tahu padaku. Dan ingat-ingatlah kembali, di dalam kesunyianlah engkau sering memikirkan masalahmu, berdialog dengan dirimu, berkeluh kesah kepada Penciptamu. Maka luberkan segala rahasiamu kepada sahabatku yang bernama sunyi itu. Kemudian aku akan mengajaknya ngobrol segala sesuatu tentang dirimu.
Tinggal kau pilih, kau sendiri yang mengatakan kepadaku, atau sang sunyi yang akan memberitahuku.
Sayangnya engkau sendiri sering tak menyapanya dan menganggap kesunyian sama dengan ketidakadaan.
Wahai sunyi sahabatku, kekasihku, bersabarlah barang sejenak, karena diri ini akan selalu mengusikmu untuk sementara waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar