Apakah engkau kupu-kupu, ataukah aku?
Siapa gerangan yang sedang mengepompong, aku atau dirimu?
Ulat-ulat masih terlalu kecil, pikirannya masih terlalu kerdil meskipun ia suci. Tak seperti kita yang melenggok terbang menangkap setiap pandangan mata yang ternyata buta.
Apakah kepompong itu aku, atau dirimu?
Sayap-sayap kita menyumbangkan beribu warna bagi dunia. Tapi tanyakan lagi, apakah kupu-kupu sadar akan keindahannya sendiri? Apakah kupu-kupu pernah melihat keelokan tubuhnya sendiri?
Jika kau memaksaku mengakui, maka kujawab secara mengada-ada; aku sedang mengepompong. Kubungkus diriku terpisah dari dunia yang lama-lama membuatku muak. Saat ini atau saat itu hanya ada diriku dan diriku. Antara diriku dan diriku lahir berbagai macam diri. Kemudian hilanglah diriku akibat aku kebingungan mengenal yang mana yang diriku.
Semua bukan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar