Selasa, 05 Juni 2018

sambat

Faidzaa faroghta fanshob, Wa ilaa Rabbika farghob.

Ya Allah hamba lemah, kuatkan hati hamba.
Seakan-akan Engkau menyuruhku untuk berhenti, padahal sejatinya tidak. Aku mengerti Engkau sedang melecutku. Diriku terpacu, namun mulutku tetap meringkik karena lecutanMu.

Dirimu seakan memerintahkan kupu-kupu untuk tak terbang, diri ini gugup, bagaikan ikan yang diminta untuk berhenti berenang. Hamba gugup.

Ya Allah, dekap hambamu. Timanglah hatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar