Sabtu, 02 Juni 2018

kesimpulan

Ooh, gini to Ya Allah.
Engkau banting berapa kalipun hamba tetap berlari ke arahMu wahai Yaa Waduud.. hayo sini, mana lagi?

Karena hamba percaya seberat apapun Kau akan selalu menolongku.

Berapa kalipun akan tetap menyakitkan, dan yang terakhir ini untuk sementara menjadi yang paling sakit. Maafkan hamba atas keluhan-keluhan ini. Karena jika bukan kepadaMu maka kepada siapa lagi? Manusia sungguh tak punya daya, jadi tidak ada gunanya kubagi dengan mereka. Karena nasibku nasibnya sebenarnya sama saja. Segala sesuatu berbalik mengecewakanku, belum lagi suasana hati yang gaduh tiada henti. Kepada welas asihMu tangan ini berpegangan, agar diri ini tak hancur tergilas oleh roda-roda besi kekecewaan.

Mungkin mulai saat ini hamba akan berhenti berharap kepada yang selainMu. Harapanku kepada manusia malah menggerogotiku. Hamba muak. Biarkan yang telah terjadi menjadi pusaka di dalam hatiku. Menjadi pengingat atas kebodohan-kebodohanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar