Sabtu, 17 Februari 2018

Ridholah untuk ridhollah

Jika perasaan adalah sebuah benda, maka rasa syukur adalah cinderamata terbaik dalam mengungkapkan cinta.

Tuhan, dinding itu Engkau jadikan retak. Semula diriku marah, maka Engkau tutup pandanganku dengan sesuatu yang tiada. Namun ketiadaan itu telah Engkau singkirkan. Retakan itu nyatanya sebuah lubang yang Engkau ingin aku melongok ke dalamnya. Maka kini yang kulihat hanya diri-Mu.

Rahasia itu Engkau bisikkan sehingga tenang hatiku. Pemandangan itu Engkau kuakkan sehingga nyaman batinku.

Untungnya rasa syukur bukanlah sebuah benda. Sehingga seberapapun kupersembahkan aku tak akan kerepotan.

Mutiara itu telah terlalu lama tertutup debu. Kemudian semilir angin Engkau tiupkan, gemericik air Engkau alirkan. Sekarang aku melihatnya dengan jelas.

Tuhan, dengan segenap ketidakberdayaanku izinkan aku untuk selalu bersyukur kepada-Mu. Dalam sadar dan ketidaksadaranku. Di dalam lamunan serta tidur panjangku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar