Sabtu, 24 Februari 2018

Air yang jernih

Kekasih, air yang jernih tak akan paham jika kita mengatainya jernih. Tentu ia akan tetap mengalir dan tetap akan menggenang. Lagi-lagi jika kita mengatakan kepadanya bahwa ia sedang mengalir atau menggenang, maka ia tetap tak akan pernah paham. Tetapi ia akan terus menggenang dan mengalir.

Kekasih, bolehkah aku mengatakan kepadamu sebagai sesama manusia; manusia yang jernih seperti air yang kukatakan tadi; bahwa debu-debu dan tanah yang kita bawa adalah pesan dari Sang Pencipta. Maka salahkah jika debu dan tanah tadi kualirkan ke arahmu menuju debur lautan di dalam hatimu? Yang nantinya cahaya akan mengendapkannya kemudian kita melayang dan menjadi air yang jernih kembali?

Untuk kemudian kita menjadi kesatuan air jernih yang menggenang dan mengalir entah ke mana lagi.

Kekasih, bolehkah jika kunyatakan bahwa ketiadaan adalah sahabat sejati kita. Yang kita selalu merindukannya dan hal itu selalu menjadi tujuan kita. Percayakah engkau jika kita adalah ketiadaan? Ingatlah, dulu kita hanyalah setetes mani yang ditimang oleh ibu rahim. Lalu hidup menjadi manusia yang mampu mengungkapkan berbagai macam rasa. Apakah setetes air mani itu hidup? Lantas mengapa hal yang tidak hidup itu mampu memunculkan kita yang hidup ini?

Pikirkanlah, kekasih, apalagi yang selama ini kita rindukan jika bukan ketiadaan?

Kekasih, jika esok aku mengajakmu untuk kembali menjadi air yang jernih bersamaku, apakah dirimu mau? Atau mungkin, engkau masih ingin mengalir lebih jauh lagi atau menggenang lebih dalam lagi? Sekeruh apapun, tetap akan kutemani.

Kekasih, ingatlah bahwa tidak ada air yang keruh. Yang ada adalah air jernih yang membawa debu, tanah, bahkan sampah-sampah itu. Kita akan tetap jernih. Engkau akan bisa melihat jauh ke dalam diriku bagaikan melongok ke dalam sungai di gunung-gunung. Begitu pula aku yang mampu menyelami sedalam-dalam dirimu.

Hingga nanti kita tak mampu membedakan satu sama lain karena kita telah menyatu. Seakan-akan tiada lagi diriku dan dirimu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar