Ya Tuhan, hamba malu. Jika tiba suatu nanti hamba menjumpaiMu, hamba tak ingin merasa malu.
Hamba tahu Engkau kecewa kepadaku.
Hamba benar-benar merasa bodoh. Terkadang apa yang seharusnya kusimpan, tanpa sengaja kusampaikan. Apa yang mustinya kujaga, malah kutiup-tiup sendiri apinya.
Padahal yang Kau maksud adalah nyalanya!
Betapa bodohnya..
Tuhanku, hamba malu.
Yakaduu zaituhaa yudi'u wa laulam tamsashunaar.
Aku adalah nyalaku, yang tidak kusulut namun menyala-nyala sendiri hatiku.
Tuhan, nyala itu milikMu. Terserah-serah Engkau Tuhan, Engkau yang tahu, maka Engkau pula yang saat ini, entah untuk kesekian kali, dengan sabar menyadarkanku.
Tuhan, aku malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar