Tuhan, akulah bebijian yang Engkau benamkan ke dalam tanah kehinaan duniaMu. Kau benamkan diriku ke sedalam-dalam tanah yang orang-orang melengos menginjaknya dengan leher mereka yang mulai kaku karena sibuk mendongak mencari sesuatu. Siapa tau suatu saat Engkau hadir kemudian Engkau menyapanya. Itulah keinginan kebanyakan dari mereka.
Mereka kagum melihat langit, awan, bintang, bulan, dan makhluk-makhluk lainnya.
Sementara Engkau sembunyikam dariku mentari. Namun aku tahu, perlahan-lahan Engkau akan membiarkanku menikmati hangat sinarnya.
Suatu saat diri ini akan tumbuh menjadi tunas karena timangan ibu bumi, yang tentu adalah kepanjangan tangan kasihMu.
Hamba memang sudah membayangkan betapa nikmatnya tumbuh menjadi rerumputan karenaMu. Namun nampaknya hamba harus lebih banyak bersabar.
Jika suatu saat Engkau menghendaki diriku berbunga, maka Tuhan, harapanku akan kutaruh di setiap helai-helai kelopaknya beserta keseluruhan bagiannya.
Ketika aku berbunga indah, kumohon perjalankan seekor kupu-kupu hinggap di sederhananya bungaku. Ya Tuhan, karena Engkaulah satu-satunya harapanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar