melingkup di dalam dadaku.
Pikiran yang mengatup
menandai kuncupnya akalku.
Ketenangan yang kucari
karena terbawa olehnya pergi.
Angin yang tak kunjung henti
tanpa asa, tanpa asuh, ke mana lagi?
Mulutku mulai terkunci
menutup pintu-pintu hati.
Ia diam, tanpa kata,
bukan sunyi, namun sangat sepi.
Ia gaduh, tanpa suara,
ke mana perginya bunyi?
Dadaku berdentum
dentam
Mengusik mimpi-mimpi
baik dalam tidur dan sadarku.
Ke mana ketenangan yang kucari?
Berikut segala bukti-bukti
yang pada setiap tarikan nafasnya
terasa sepi.
Lalu ke mana lagi kucari?
Kuceritakan kepada kerikil-kerikil kecil
yang terinjak oleh sandalku.
Namun yang sampai kepadaku hanyalah rasa iri
Kuinjak hingga pecah pun,
ia tak keberatan sama sekali.
Ketenangan itu yang kucari.
Malam-malam sepi
Akan kubisikkan kepadamu
sebaris kalimat sendu
tolong sampaikan kepada harapanku
agar Ia tak segan menjumpaiku.
Atau diri ini akan habis termakan rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar