Kekasih, telah kubangunkan istana, engkau bawa pergi keindahannya, maka kuputuskan untuk pergi mencarinya.
Sampailah aku di suatu sungai, namun aku malah kebingungan karena tak menemukan alirannya.
Kulanjutkan perjalananku, namun diri ini tak merasa beranjak kemana-mana.
Kemudian malam pun tiba, anehnya aku tak menjumpai gelap gulita.
Kekasih, kusulut api agar sang gelap menghampiri, namun lagi-lagi diri ini tak dapat menemukan nyalanya.
Lalu datanglah cahaya membisikkan sesuatu; ia tak mengambil apapun darimu, karena ia adalah ruh dari setiap yang kau terjemahkan. Ia tak menghilang, matamu yang sedang tertutup, ia tak pergi, hatimu yang sedang terkapar mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar