Sabtu, 04 September 2010

hari ini #1

Dimulai dengan membuka mata pukul delapan pagi. Belum juga sempurna bangunku, suara beliau mulai menggetarkan genderang di telingaku. Ah, malas sekali hari ini. Badan terasa berat, tiba-tiba teringat terakhir memejamkan mata pada tengah malam tadi, dan baru berhasil membuka mata beberapa saat tadi, akibanya perut pun kosong. Mungkin sekali-sekali boleh juga tidur di masjid. Oke ini tentang semua yang aku lakukan hari ini.
Ingin sekali mengggerakkan badan untuk sekedar mandi, tapi lemas rasanya. Dan aku putuskan untuk tiduran sejenak, mengumpulkan energi-energi dari alam merasuk ke tubuh. Ikut-ikut Son Goku waktu bikin "spirit ball" atau bola semangat,kemudian BUM! meledak, yang memang akhir2 ini kata "spirit" menjadi sangat akrab di telinga. Biang keroknya adalah Pak Bambang Suprihardjono (hai pak hehe).
Beberapa saat kemudian tanganku menyenggol sesuatu, yaitu buku yang berhasil membuat mataku betah memejam sampai pagi. Buku sialan. Kemudian otomatis otakku menyuruhku untuk membaca buku sialan tersebut. Hahaha Norman Edwin memang keren. Maaf om norman.
Mataku tampak sangat asyik menjamah kata demi kata. Dan beberapa saat kemudian aku sadar, ini sudah tengah hari. Asyem. Membaca buku kali ini terasa sedikit menguras tenaga, sebentar-sebentar melihat hape untuk sekedar membalas sms si pacar. Ya, oke, nggak cuma tak liatin hapenya, aku pencet-pencet juga.
Kira-kira pukul 12.30 temenku dateng. Temen rumah yang sekarang kuliah di UNS, Kiki namanya. Awalnya kaget juga setelah sekian lama nggak ketemu dia udah banyak perubahan. Dia seorang Marxis!!!!! Oh, man. tetapi mempunyai paham sendiri2 adalah hak setiap orang. Dan jujur, aku pun sedikit tertarik untuk sekedar mengetahui paham yang diciptakan oleh Karl Marx tersebut. Mungkin besok saya akan membeli bukunya untuk sekedar membaca. Kemudian perbincangan dengannya dilanjutkan dengan bertukar pendapat tentang paham sosialis, paham komunis dan lain-lain. Wow. ternyata paham seperti itu tidaklah lenyap dan ternyata masih bergerak di bawah permukaan atau bahasa kerennya underground. Bahkan sedang berkembang di kalangan mahasiswa. Bagi teman-teman saya yang juga akan melanjutkan ke dunia Perguruan Tinggi, Saya hanya berpesan, kuatkanlah iman dan prinsip kalian agar tidak terpengaruh ke paham-paham yang belum tentu itu akan menyesatkan atau malah menyelamatkan. Serius ini aku. Dan kira-kira dua jam sudah kam bercengkrama, yang mungkin ini akan terdengar aneh bagi anak SMA seumuranku kalo ngedengernya. Cerita tentang suku Marxis leninisme yang berada di pedalaman hutan di dekat mexico, yang kata temenku itu mereka menyerang kota untuk mendapatkan keadilan. Asyeeeem, saya mulai terpengaruh dengan buku-buku yang telah saya baca. Rapopolah, aku cuman nganggep itu pengetahuan aja. Mungkin suatu saat nanti berguna.
Kemudian beberapa saat kemudian temenku itu mau pergi. Dan akhirnya memag pamit pergi. Aku melanjutkan dengan membaca Catatan Norman Edwin yang sepertiga bagian lagi bakal selesai. Keren banget nih orang, suatu saat boleh juga nyoba atau lebih tepatnya "sok-sokan" jadi wartawan alam yang mondar-mandir keluar negeri hehehe.
tanpa sadar aku ketiduran di ruang tamu, hehehe. Dan waktu itu setengah sadar aku denger suara adek sepupuku berlarian kesana kemari. Tapi suara berisik itu nggak cukup bikin aku terganggu haha. dasar kambing.
begitu bangun, langsung lihat jam disamping, dan mataku cukup tersentak ketika tahu itu jam 5 sore dan di sana ada sms dari pacarku yang diterima pukul empat tadi. Dan isi smsnya juga menyuruhku untuk menemaninya di tempat les karena sendirian. Oh noooooo, maaf saya ketiduran -.- Dengan segera saya meminta maaf. Dia tidak merespon juga, aku sms sekali lagi, masih juga tidak ada respon. Aku putuskan untuk menelfonnya, kemudian yang terjadi justru aku jengkel karena dia memutus telefonku. Dan tambah dongkol lagi ketka tahu dia tadi diantarkan oleh temen cowoknya. Shit, batinku.
Sebenernya aku udah nggak tahu lagi siapa yang salah, lama-lama makin banyak cowok2 yang muncul di kehidupan kami berdua, siaaaaaaaaaal. Dan tidak pernah sekalipun ada cewek yang mampir di kehidupan kami berdua. Hmm, kalauu di analisis sudah tapak sebenernya inti permasalahannya. Yaaaah, namanya juga hidup. Jadi ya seperti ini. Menerima masalah dan menghadapi masalah. Yiiiiiiiiiiiiiha. Tapi kalau masalah yang serupa dan berulang-ulang, nah itu yang patut kita selidiki dan kemudian jauhi. Perempuan memang keras. Saya harap semua yang saya andaikan menjadi kenyataan. amin ya Rabb
kemudian aku berusaha melunturkan kedongkolanku (beserta "dangkal"nya kata orang jawa) dengan mandi. Segar memang, beberapa saat kemudian terdengar buka dan alhamdulillah, saya masih kuat berpuasa hingga senja tiba. Jangan menyerah kawan!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar