Sebab apa yang berharga pasti aku jadikan rohani.
Ia lebur bukan berarti hancur.
Ia lembut, akan tetap begitu meski kulit mulai keriput.
Akulah diri yang utuh.
Karena bangunan yang ini tak akan mungkin runtuh.
Ia seakan terjaga di museum dalam jiwaku.
Bak momumen tinggi yang menjulang di tengah diri yang mulai gersang.
Apa yang berharga kujadikan rohani.
Karena diri ini terlalu gampang untuk tak mengerti.
Terlalu mudah gamang, maka aku sadari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar