Tuhan, untuk apa aku berkata-kata?
Sedangkan Engkau mengetahui setiap borok di dalam dada.
Tuhan, untuk apakah aku menulis?
Sedangkan tanganku lebih sering melakukan hal yang sebaliknya.
Tuhan, untuk apa aku harus selalu mencari?
Sedangkan kakiku lemah keropos dan nyeri tak terperi.
Tuhan, untuk apa cahaya-cahaya yang Engkau tampakkan di mataku?
Sedangkan aku malah terpana dan lupa kepadaMu.
Tuhan..
Tuhan...
Hamba paham tiada yang lain yang kutuju.
Tetapi,
Masih adakah untukku?
Lalu apa yang pantas kusujudkan kepadaMu?
Tuhan, inilah siksa sekaligus anugerahMu.
Aku memohon kepadaMu di dalam gemingku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar