Rabu, 19 Juli 2017

Cara Tuhan itu selalu unik. Hari ini saya kembali bersedih hehehe. Di tulisan yang lain saya pernah bercerita tentang udara yang dihembuskan Tuhan ke hati saya. Dan ternyata gelembung udara itu akhir-akhir ini semakin membesar dan membesar, hingga hati ini penuh. Betapa gembiranya.

Tapi karena keluasan hati yang sempit, gelembung itu kemudian pecah. Yang tadinya terasa sangat sejuk, kini menusuk dingin.

Sungguhlah Ya Tuhan, adegan demi adegan yang Engkau tampilkan kepadaku tak mampu sedikitpun kutebak jalan ceritanya.

Allah adalah sutradara terbaik di dunia. Dengan mudahnya hati kita dibolak-balik, dan kita sama sekali tidak berdaya terhadapnya. Sama sekali tidak berdaya.

Ya Lathif, lembutkanlah hati hambamu ini. Sehingga tentang apapun yang sudah dan akan terjadi, hamba mampu bersabar. 

Kemudian hamba mohon berilah kelapangan kepadanya. Ialah udaraku, begitupun diri ini padanya. Biarkan udara ini mengisi ruang yang telah kau atur sedemikian rupa. Meskipun itu bukan ruangku, meskipun ruangnya bukan milikku.

Ya Allah, hamba menyerah kalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar