Kok aku hancur.
Ya Tuhan diri ini milikMu.
Jika engkau menghendaki hancur, maka hancurlah.
Ketiadaan justru membuat semua nyata.
Kau bilang diriku boleh mengeluh.
Kau bilang Dirimu selalu melihatku.
Ya Tuhan, aku percaya.
Jika boleh berpendapat, bukankah lebih baik diakhiri saja?
Kau minta aku memerangi diriku.
Nafsuku mengamuk dan menggebu.
Tak kutemukan kebahagiaanku.
Telapak kakiku lengket di lantai teras rumahmu.
Kupaksa lepas, robek hancur kulitku.
Mimpiku hanya seputaran dirimu.
Wangi nafasmu.
Harum rambutmu.
Jernih matamu.
Mungil hidungmu.
Halus kulitmu.
Hangat badanmu.
Genggaman tanganmu.
Suaramu.
Dan lembut ciumanmu.
Membunuhku.
Perlahan.
Yang mungkin membuatku mati.
Untuk kemudian semoga hidup kembali.
Ya Tuhan, hancurkan aku.
Tapi ajari aku untuk tak peduli.
Hinakan aku di dalam kehidupan bikinanMu.
Taruh aku di sela-sela jelaga keburukan duniaMu.
Agar aku tak lagi malas dan sombong menghadapi diriku.
Allahku, Allahku.. tolong aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar