Jumat, 18 November 2016

Kira-kira

Kira-kira,
siapa gerangan kekasih, 
yang merangkai atom-atom itu jadi sebutir Benih?
Yang meramu zat-zat tanah hingga Ibu Bumi dengan bahagia menimang Sang Bayi Benih?
Yang merajut pembuluh dan serat-serat hingga Benih tak lagi menjadi Benih?
Yang Ibu Bumi tak memiliki kuasa barang secuilpun atas hak Sang Benih untuk tumbuh?
Namun kekasih,
justru karena itu Sang Benih kecil menikmati kasih sayang tulus Ibu Bumi.
Dan karena itu maka:
Ibu Bumi telah menyerah dan sepenuhnya pasrah kepada Sang Pemilik Benih.

Tahukah wahai engkau,
kini Benih itu tumbuh juga di dalam rongga yang Tuhan ciptakan hanya berjumlah satu.
Apakah itu memang engkau?
Apakah ya?
Atau jangan-jangan tidak?

Apapun itu, kekasih,
ini begitu nyata.
Akulah Sang Ibu Bumi yang telah kalah.
Aku Ibu Bumi yang hanya bisa pasrah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar