Kebetulan motor saya sedang ngambek dan ngga mau hidup. Mungkin karena putus asa dia memilih untuk mengakhiri hidup... hehe enggak lah. Memang dasarnya selama ini saya sendiri yang terlalu sayang sama motor saya, sehingga hanya untuk sekedar servis pun saya ngga tega berpisah sejenak darinya. Pret.
Apalagi memang baru bulan depan saya mampu mbengkelin motor. Saya nggak sedang mengeluh lho ini, saya cuma mencoba menikmati hidup.
Dan hal ini hampir setiap bulan terjadi. Maksudnya bukan setiap bulan motor saya rusak, setiap bulan saya memang menyempatkan jalan kaki paling tidak sehari.
Awal-awal berjalan dulu rasanya memang berat. Kok ngga nyampe-nyampe gitu haha. Jadi selama berjalan itu pikiran saya fokus ke tujuan, dan isinya cuma mengeluh kecapean dan kesal karena ngga sampai-sampai.
Namun makin ke sini kok jadi nikmat rasanya. Kali ini kalau sedang berjalan, saya benar-benar menikmati setiap langkah tapak kaki saya.
Banyak sekali hal-hal kecil yang ditemui. Yang mungkin sama sekali kita lewatkan saat kita sedang berkendara. Bukan. Maksud saya bukan hal-hal kecil di sekitar kita, memang ada, tapi bukan itu yang menurut saya utama.
Tetapi hal-hal kecil dari dalam dirimu. Karena jika sedang berjalan kaki, kita akan lebih banyak menghabiskan waktu. Tubuh kita akan terus bergerak, bekerja, yang itu mempengaruhi jalan kerja pikiran kita. Maka mau tidak mau dirimu seakan dipaksa untuk berdialog dengan dirimu sendiri. Dan ini akan sungguh-sungguh terjadi.
Selama ini kita berjalan terlalu cepat. Melambatlah sesekali. Kita akan temukan sebutir mutiara di tengah campur aduknya segala macam faktor di dalam diri yang kerap memusingkan yang selama ini tak kita hiraukan.
Berjalanlah sesekali, karena tapak-tapak kakimu sendiri yang mengajari. Otot-otot di tubuhmu, keringat yang menetes di pori-porimu, bahkan alas kaki yang selama ini menemanimu.
Tentu anda akan semakin bersabar karena untuk berjalan kaki pun anda harus sering mengalah kepada pengguna jalan yang lain. Tetapi itu masalah lain yang sangat gampang kita kesampingkan terlebih dahulu. Karena itu sama sekali tidak akan menghambatmu.
Berjalanlah sesekali, karena ketika melambat, kita akan lebih banyak mengamati. Kemampuan observing akan naik berkali-kali lipat. Yang kemungkinan besar akan sangat berguna dalam menghadapi masalah-masalahmu. Biarkan dirimu sendiri yang melatihmu.
Berjalanlah sesekali, karena dirimu bakal menyadari bahwa tujuanmu tak lebih penting dari perjalananmu. Kita akan menyadari bahwa tujuan adalah sebuah titik, dari sekian panjang garis perjalanan yang kita jalani. Karena selama ini euforia kita baru sebatas titik dan belum sampai ke kesadaran garis panjang yang mengikuti di belakang.
Berjalanlah sesekali, karena dirimu bakal menyadari bahwa tujuanmu tak lebih penting dari perjalananmu. Kita akan menyadari bahwa tujuan adalah sebuah titik, dari sekian panjang garis perjalanan yang kita jalani. Karena selama ini euforia kita baru sebatas titik dan belum sampai ke kesadaran garis panjang yang mengikuti di belakang.
Berjalanlah sesekali, sehingga kau tak lagi keberatan untuk melambat berkali-kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar