Tapi mengapa yang mengetuk hatimu bersosok rindu?
Senyum sang rindu menyapamu, sama sekali tak menghiburmu.
Tangan sang rindu menyentuhmu, hati yang hampa tak tergetar justru membisu.
Sang rindu berbaik hati memeluk, namun perih malah semakin terasa menusuk.
Lalu apa maumu?
Rindu heran melihat tingkahmu.
Kemudian suara lirihmu: Jangan pernah kau mengetuk lagi pintuku!
Sedihlah hati sang rindu, Ia heran mengapa kau begitu.
Jangan pernah kau ketuk lagi pintuku, karena kau tak kan lagi pergi, tinggallah di sini menemaniku.
Begitu katamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar