Minggu, 27 Agustus 2017

Doa seorang kekasih

Berikut adalah sebuah doa yang menurut saya pribadi sangat mengharukan dan mengiris hati. Doa ini dimunajatkan oleh beliau Kanjeng Nabi ketika hampir putus asa karena beliau ditolak mentah-mentah oleh para penduduk Thaif.

Sekadar informasi, kala itu Kanjeng Nabi berusia 51 tahun kurang lebih, dan beliau melakukan perjalanan dari Mekkah ke Thaif yang sangatlah jauh yaitu 150 km. Beliau berjalan kaki. Padahal waktu itu beliau habis ditinggal mati oleh paman yang selalu melindungi dan istri yang setia mendampingi. Ditambah lagi beliau harus mengurusi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Dan semakin tambah parah lagi yaitu dikucilkannya beliau oleh keluarganya kaum Quraisy.

Sungguh berat bebanmu, wahai Kekasih.

Beliau berharap penduduk Thaif mau menerimanya karena di Mekkah sudah tidak ada lagi tempat bagi beliau. Peristiwa ini juga yang menjadi salah satu peristiwa sebelum beliau di isra' mi'rajkan oleh Allah ta'ala.

Tapi apalah, sesampai di Thaif beliau malah dihina oleh suku di sana dan dilempari batu oleh anak-anak kecil hingga berdarah kakinya. Beliau hanya bisa berlindung di sudut pagar sebuah kebun dan berdoa:

“Ya Allah kepada Engkau aku mengadukan kelemahan dan keterbatasan diriku serta kehinaanku dalam pandangan orang.

Wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang segala kasih, Engkaulah Tuhan orang-orang lemah, Engkau Tuhanku. Kepada siapakah gerangan Engkau menyerahkan diriku? apakah kepada orang jauh yang menyerangku, ataukah kepada lawan yang Engkau berikan kekuatan menguasai diriku? 

Asalkan Engkau tidak murka, aku tak peduli semua itu. Maaf-Mu jauh lebih luas bagiku. 

Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu yang menerangi segala kegelapan dan memperbaiki kehidupan dunia akhirat dari kemungkinan Engkau murka atau benci padaku. 

Engkaulah yang menentukan segalanya dan Engkau yang berhak untuk ridho; Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan kekuatan dari-Mu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar