Selasa, 12 September 2017

Kau ku tunggu

Ke mana perginya kasih yang ku tunggu-tunggu?
Karena rindu semakin mendebur menggejolak
Ia telah lama hilang maka kucari-cari
Hingga sampailah aku di padang raya sepi
Aku tolah-toleh ke kanan dan kiri
Sunyi

Aku berteriak memanggil,
namun yang mendengar hanya telingaku sendiri
Tak tahan, maka air mataku menjawab
Berjatuhan membekas di pipi
Sampai-sampai sedih tak mampu kurasakan lagi

Di manakah kau yang ku tunggu-tunggu?
Lutut ini tak lagi kuat merangkak mengarungi rindu
Lukaku telah mengering menjadi saksi-saksi bisu
Diri ini dihajar oleh perjalanan yang pilu
Mencintaimu hingga memar-memar hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar