Dua yang dua puluh dan dua yang dua ratus itu jelas berbeda. Hanya berbeda tipis jumlah nol yang mengikuti. Nol sering diartikan tidak ada. Sering juga disebut kosong. Tetapi ketika berderet, akan terasa sangat padat dan mengisi.
Nol yang bersendiri meniada. Sedangkan nol yang mengikuti mengada. Nol bisa saja mewakili kesembilan yang lain, namun bisa juga mengakhiri berapapun yang lain.
Nol adalah semesta yang selama ini kita sentuh. Seringkali kita tambah-tambahi.
Padahal nol yang sejati adalah kosong. Namun kekosongan itulah yang selama ini mengisi. Tapi apa daya, siapa yang peduli?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar