Kamis, 28 September 2017

Mimpi

Hey hello selamat pagi 😃
Mimpi sering membangunkan tidur kita. Sementara Tuhan adalah sang pemilik maut dan hayat, mati dan hidup, tidur dan bangun, termasuk mimpi-mimpi yang hadir diantaranya.

Seringkali juga Tuhan berbaik hati menghibur kita lewat bunga-bunga tidur tersebut, termasuk apa yang terjadi kepada saya pagi ini. Mungkin Tuhan menghendaki bahwa yang sebatas mimpi hanya untuk menjadi sekadar mimpi. Bukan mimpi sebagai cita, apalagi sebagai cipta yang begitu rumit dan sukar terjadi.

Tetapi mimpi bisa juga jadi pertanda. Namun yang satu ini membingungkan. Sangat membingungkan menurut saya. Tanda adalah pemisah antara satu dengan lainnya, anggap saja batas pembeda. Sedangkan batas yang paling dasar adalah 'ya dan tidak'.

Padahal pilihan 'ya dan tidak' adalah pilihan tersulit di hidup saya. Jika memang benar mimpi tersebut adalah petunjuk Tuhan untuk saya, maka saya akan sangat kebingungan. Untuk sebuah pilihan---apapun itu---saya lebih cenderung ke 'tidak'.

Jika Tuhan menghendaki 'ya', sedangkan saya terlanjur untuk 'tidak', maka saya hanya mampu berharap Tuhan membenarkan langkah-lelaku saya. Karena pilihan adalah sekadar pilihan, sedangkan Tuhan tak mampu kita kecoh karena Ia Maha Lebih Tahu dibandingkan siapapun apapun, apalagi terhadap diri yang begitu kerdil ini.

Ya Allah, kehendakku bukanlah milikku, karena selama ini dan sampai kapanpun yang berlaku adalah kehendak-Mu. Engkaulah pembimbingku. Sesungguhnya setitik kasih sayang-Mu cukup bagi diri ini untuk mengarungi lebih dari berjuta-juta samudera waktu.

Namun rindu adalah rindu, sumber dendam dari segala dendam yang tak lagi pandang bulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar