--
Demikian prolog tulisan ini hehe. Sebuah kalimat umum yang sering kita jumpai di sekitar bak, atau tong, atau kadang tas kresek pun jadi. Tapi pernahkah sang pujangga penoreh kalimat tersebut terpikir sampah macam apa yang patut dibuang ke sana? Pernahkah para pujangga kontemporer tersebut terpikir mengapa sampah harus dibuang?
Yang lebih mendasar lagi, mengapa sampah itu menjadi sampah? Mengapa benda-benda itu dinisbatkan sebagai sampah?
Kakehan pertanyaan syuuu!
Ya maaf.
Jadi begini, saya memang orang yang tak terlalu pintar. Ya kalau bodoh sih nggak bodoh amat lah ya. Jadi saya masih sempat memikirkan hal-hal remeh semacam itu. Memang saya mampunya cuma segitu, eheheh.
Sampah. Apakah sampah itu? Sisa barang yang hilang segi manfaatnya? Ataukah barang yang terlalu kotor dan kita jijik menyentuhnya sehingga harus dibuang?
Kok menurut saya ada yang salah ya dengan pemahaman semacam itu. Otak saya (bukan saya) memberitahu diri saya bahwa "sampah" adalah sesuatu yang berada tidak pada tempat yang seharusnya sehingga mengganggu keindahan dan keserasian(ku denganmu), maka sesuatu tersebut harus cepat-cepat kita singkirkan agar lingkungan dapat kembali bersih dan indah. Kurang lebih begitu.
Maksud saya begini. Foto orang yang anda cintai terpampang di cermin kamar anda. Setiap hari anda memandang dan tersenyum yang membuat gairah hidup meningkat pesat. Tapi kemudian terjadi masalah yang mengharuskan anda berpisah. Kemudian anda merasa sakit hati dan galaws. Tentu anda akan tidak suka melihat wajahnya menyapa di cermin kamar anda setiap pagi seakan mengejek betapa lemahnya diri anda. Lalu foto itu anda copot dengan amarah, diuntel-untel lalu anda lempar ke samudera hindia.
Dari contoh kisah yang sangat sering anda jalani tersebut kita dapat melihat bahwa sesuatu yang indah dan sangat bermanfaat bagi anda pun seketika dapat menjadi sampah---karena menurut anda foto itu sudah tak berguna dan tidak berada di tempat yang seharusnya---yang kini malah menyakiti anda. Tapi apakah foto itu benda yang buruk? Tidak. Kalau dari sudut pandang anda: dulu tidak, sekarang ya.
Jadi menurut saya definisi sampah adalah sesuatu yang berada di tempat yang tidak seharusnya sehingga merusak keserasian. Benda-benda itu mengotori pandangan mata anda. Lalu anda menyebutnya sampah.
Pertanyaannya, apakah sampah itu selalu jelek di mata anda sehingga harus dibuang dan disingkirkan? Seharusnya tidak. Anda harus pandai-pandai mengakali. Sampah tidak untuk dibuang. Ia hanya butuh dimengerti dengan cara diletakkan ke tempat yang seharusnya.
Tempat yang seharusnya itu harus anda cari, jangan malah asal memasukkannya ke tempat sampah. Anda selalu melempar benda-benda itu dengan buta hati.
Tapi pernahkah anda memikirkan perasaan tempat sampah yang tidak tahu menahu tapi dengan sangat sabar selalu menerima buangan-buangan anda. Untung tempat sampah tidak punya kemampuan mengeluh dan selalu rela hati padahal selalu dicap sebagai tempat yang kotor.
Kembali ke masalah sampah. Saya juga selalu berusaha untuk tidak ikut menjadi sampah. Saya selalu berdoa kepada Tuhan bahwa setiap keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang tepat. Saya berdoa semoga diri saya selalu berada di posisi yang tepat. Karena sungguh, saya tidak mau menjadi sampah kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar