Tuhanku,
di tengah keramaian yang carut marut
di sini semakin terasa sunyi
lalu apalah yang jadi mauku?
tak ada simpul antara yang sakit
walaupun mati adalah hal pasti
begitu pula aku
tak ada simpul yang mengungkit
dan aku terkecoh lagi
Tiada yang lebih romantis
daripada rindu yang tak terucapkan,
hasrat yang tak terungkapkan.
Karena disitulah aku bebas bertemu,
bebas bercengkrama denganmu,
berteriak dalam kesunyianku,
menempatkanmu dalam doa-doaku,
menyerahkanmu kepada Tuhanku.
Aku mencintaimu dengan kekosonganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar