kini aku paham
puasaku tak lagi sebatas menahan perutku
puasaku tak lagi tentang mengendalikan syahwatku
Tuhanku,
kau hadapkan padaku suatu pintu
Kuketuki salah satu sisinya
Tapi yang keluar hanya suara
dari benakku sendiri
Maka aku puasai rasa yang Engkau
hantamkan ke hati
seraya menunggu perintahMu tuk berbuka
yang hingga kini masih Kau rahasiakan
Kau genggam dan simpan
dalam dimensi waktu
Tuhanku,
aku hendak membunuh diriku
tiadakan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar