Tuhanku,
dalam diamku
sunyiMu bertamu mendatangiku
tapi dalam gemingku,
seringnya aku malah menghindariMu
Tentu Kau jijik kepadaku
ah, Tuhanku, maafkan aku
tak sepantasnya aku menuduhMu
karena aku hanya sebutir debu mendiami debu
Tuhanku, sungguh,
sungguh aku selalu terlambat mengerti saripati ilmuMu
Kenikmatan semu itu
sorongkan kepadaku!
Aku akan meneguknya satu persatu
hingga kembung perutku
lalu meledak!
pecah menjadi keping abadiMu
Tuhanku, jika kau biarkan aku mencintai makhlukMu,
saestu Tuhanku, saestu
hal itu tak lebih dari sebutir angin
yang menunggangi badai kasihMu
karena jika aku melihatnya
tak henti-henti aku memujiMu
jika aku merasakannya
takjub aku dengan kehadiranMu
Tuhanku, anugerahilah aku hasrat tanpa nafsu
cinta yang tak gampang tergoda
dan keterbatasan yang tak terhingga
Lalu biarkan aku berlari
tanpa mengerti kapan berhenti
Karena yang kukejar selalu ada
di balik cakrawala sunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar