Wahai Engkau puncak tertinggi,
akan aku daki, meski putus jari jemari
Wahai Engkau yang memuliakan,
Buruklah aku di mata makhlukMu, muliakan aku di dekapanMu
Wahai Engkau juru yang menghinakan,
letakkan aku di golongan pencintaMu, hinakan aku
Wahai Engkau pendengar terbaik,
Kelu lidahku, namun tak pernah henti Kau menyimakku
Wahai Engkau mata yang selalu melihat,
tak tahu malu mereka teramat-amat
Wahai Engkau hakim yang menetapkan,
dikiranya mereka ikut memutuskan
Wahai Engkau hakim yang adil,
tiada masalah yang tampak mustahil
Wahai Engkau gemulai kelembutan,
aku jatuh cinta, sadarku berguguran
Wahai Engkau tujuan makrifat,
entah berapa yang lupa, lalu berkhianat
Wahai Engkau penyantun yang santun,
tiada khawatir aku Kau tuntun
Wahai Engkau wujudMu agung,
anugerahi hamba sulthon bagaikan burung-burung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar