Rabu, 13 Juli 2016

aku gelar tikar

Tuhanku,
Hidup ini hanya sebatas menggelar tikar
Aku kumpulkan serat-seratnya,
maka kupersaksikan Engkau dengan cinta sepenuh hati
Aku pilin benang-benangnya,
dengan ucapan dan gerakan lembut, serta senyum tulus dan air mata suci
Aku kaitkan untaian-untaian
dengan seadanya yang aku bisa, 
tak lebih dan tak kurang, aku tahan diri aku puasai
Aku lukis dengan simpul-simpul,
merah, biru, hitam, putih dan warna-warna lain, 
lihatlah! ada keindahan dibalik kekacauan
Aku gelar tikar itu,
sembari menunggu tamu yang kurindukan

Tuhanku,
Aku gelar tikar,
seraya menunggu Engkau datang
Akulah nyala lilin,
Sedangkan cahaya matahari hanyalah bias CahayaMu
Akulah kunang-kunang,
Yang bermimpi mencahayai siang

Tuhanku,
Hidup ini tak lebih dari menggelar tikar
Aku lihat keluar pagar
Dengan harap dan hati yang tegar
Lalu ku simpan kecemasanku sendiri
Seandainya pun Kau tak datang,
tetap akan ku gelar tikar
untukMu yang selalu kurindukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar